Setiap orang yang mau menyenangkan hati Tuhan itu selalu memiliki keinginan untuk selalu bisa memberikan segala sesuatu itu yang terbaik, bahkan nantinya tidak menutup kemungkinan pergumulan hidupnya, semakin hari akan semakin jelas persembahan hidup yang diberikan kepada Tuhan. Banyak orang berkata ini sebagai panggilan untuk orang-orang tertentu, padahal tidaklah demikian, harus dimulai dari yang kecil terlebih dulu, baru bisa mempersembahkan seluruh hidupnya. Dalam prakteknya semua cara-cara Tuhan itu selalu dimulai dari yang kecil terlebih dahulu, baru kalau sudah bisa dipercaya akan ditingkatkan ke yang lebih besar. Memang bagi orang-orang tertentu ada perkecualian-perkecualiannya, tetapi pada umumnya pasti dimulai dari kesetiaan kita di dalam hal-hal yang kecil sebelum dipercayai yang besar.
Termasuk apabila kita ini mau memberi persembahan dari apa yang ada pada kita, entah itu talenta, uang/harta atau bahkan hidup kita. Seringkali yang terakhir itu dipakai oleh banyak orang untuk menutu-nutupi ke”kikir”annya. Saya mempersembahkan seluruh hidup saya pada Tuhan, padahal untuk mengeluarkan uang sedikit saja untuk pekerjaan Tuhan sudah bersungut-sungut luar biasa, padahal hal itu untuk keperluan pekerjaan Tuhan. Barang miliknya yang digunakan untuk pelayanan agak terganggu atau ada trouble aja sedikit dia sudah “jingkrak-jingkrak” luar biasa. Apakah orang yang seperti diatas ini bisa dipercaya perkataannya? Kalau hal-hal itu keluar dari mulut seseorang yang pernah berkata “kupersembahkan seluruh hidupku kepadaMu ya Tuhan?” padahal di dalam prakteknya berkata seperti perkataa-perkataan di atas, apakah mentang-mentang Tuhan kita itu tidak nampak, sehingga kita bisa bertindak seenaknya sendiri?
Mari kita belajar mulai saat ini untuk bisa mempersembahkan persembahan yang benar-benar berkenan di hadapan Tuhan, tanpa keluh kesah, bersungut-sungut ataupun tindakan yang tidak menyenangkan lainnya, hal ini akan mempengaruhi sekali berkat-berkat dari Tuhan yang hendak dilimpahkan atas kita. Jangan bilang mempersembahkan seluruh hidup kita kepada Tuhan dulu, sebelum kita itu setia dan benar dalam perkara-perkara yang nampaknya kecil, padahal itu kalau diproyeksikan ke depan adalah sesuatu yang sangat besar. Jangan memikirkan hal-hal yang besar-besar, sebelum kita melakukan hal-hal yang kecil dengan baik. Hal ini bisa kita pakai untuk mengetahui tentang diri kita sendiri, apakah kita ini memang bisa dipercaya yang besar atau tidak, atau kita ini memang berkenan kepada Tuhan karena kita mencintaiNya atau karena adanya ambisi-ambisi kedagingan kita sendiri. Tuhan Yesus memberkati.
Oleh karena itu saudara-saudara, melalui kemurahan Elohim aku menasehati kamu agar mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, kudus, berkenan keada Elohim, itulah ibadahmu yang bijak (Roma 12:1 – terj. ILT)
